PENTINGNYA
SIKAP PROFESIONAL DALAM BERKARIR
“Orang
profesional itu, orang yang bisa membedakan antara masalah pribadi dan masalah
kantor.”
– kata semua orang.
Sebagai seorang individu yang sedang
atau ingin bekerja di sebuah perusahaan, baik perusahaan besar ataupun pekerja
lepas, sikap profesional adalah syarat pertama yang diinginkan oleh semua
perusahaan. Oleh karena itu, setiap pegawai perusahaan di tuntut agar bisa
bersikap profesional dalam mengerjakan semua tugas yang diberikan oleh sang
pemimpin dan dapat menyelesaikannya dengan hasil yang memuaskan tanpa proses
yang rumit.
Pepatah diatas adalah pepatah yang
banyak di ucapkan oleh hampir semua orang yang mencoba menjelaskan tentang inti
dari sikap profesional. Entah siapa yang pertama mengeluarkan pepatah tersebut,
namun, menurut kebanyakan orang pepatah itu benar adanya dan memberikan dampak
yang tergolong besar bagi yang menerapkannya. Banyak artikel, tips, serta
berbagai panduan yang di tulis guna menjelaskan tentang “bagaimana cara kita
bersikap profesional?”. Namun, menurut saya –dari
beberapa buku motivasi yang sudah saya baca- intinya tetap sama dengan
pepatah di atas. Meskipun, ditulis menggunakan bahasa yang berbeda-beda.
Menurut penelitian, terminologi profesionalisme melingkupi dua aspek yaitu memiliki standar kompetensi tinggi dan tanggung jawab moral dalam bekerja. Kedua aspek itu tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Seseorang yang memiliki standar kompetensi yang tinggi namun dia tidak memiliki tanggung jawab moral dalam menjalankan pekerjaannya maka orang tersebut tidak bisa dikatakan profesional dan begitu sebaliknya.
Seorang pakar ilmu manajemen mengatakan bahwa seorang profesional bekerja seperti halnya seorang penari menari. Seluruh standar operating procedure (SOP) dijalankan seperti halnya musik yang mengiringi lirik-lirik pekerjaan. Sehingga pekerjaan dapat dinikmati dan menjadi terasa menyenangkan. Hal ini juga dirasakan oleh orang lain yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut sehingga suasana kerja pun menjadi kondusif dan harmonis.
Seseorang yang sudah bekerja dengan profesional pun tidak begitu saja dapat sukses dalam menjalankan pekerjaannya. Profesionalisme seseorang dalam bekerja akan berhadapan dengan sistem yang melingkupinya. Seseorang yang profesional dalam bekerja akan menghasilkan hasil yang buruk apabila diletakkan dalam sistem yang buruk. Sistem yang baik akan mengakselerasi pencapaian visi dan misi dalam pekerjaan, dan sebaliknya, sistem yang buruk akan menghambat kemajuan. Oleh karena itu penting bagi mereka yang baru memasuki dunia kerja untuk memulai langkah pertama dengan membangun sistem yang baik di tempat kerja masing-masing sebelum membuat keputusan dan membuat langkah-langkah lebih lanjut.
Apa inti yang kita dapatkan dari kutipan di atas? Apa inti dari semua tips, panduan, dan tulisan-tulisan lain
mengenai sikap profesional? Jawaban saya, intinya hanya satu, yaitu;
PENGENDALIAN EMOSI DIRI. Karena, musuh terbesar manusia adalah emosi diri kita
sendiri. Kalau kita bisa mengendalikan emosi kita dengan benar, maka emosi itu
akan membawa dampak yang positif terhadap apapun yang kita kerjakan. Namun,
apabila kita kalah dari emosi kita sendiri, maka dampak buruklah yang kita
dapatkan, seperti strees, tugas menumpuk, dan banyak hasil yang mengecewakan.
Maka dari itu, mulai sekarang
belajarlah untuk bisa mengendalikan emosi kita dengan baik. Dengan cara; banyak-banyaklah
bermeditasi (menenangkan diri), berdo’a, introspeksi diri, belajar mengenali
tuntutan, sharing dengan teman, perbanyak menuliskan target yang akan di capai
dan usaha untuk mencapainya, jangan sering menunda-nunda, dan tetap menjaga
keseimbangan emosi diri kita. Sesekali berliburlah, lupakan urusan-urusan yang
menggunakan pikiran yang berat, dan relax agar stress tidak menumpuk.
Sebagai contoh, saya akan mengutip tentang pentingnya sikap profesional bagi seorang atlet di salah satu cabang olahraga.
SIKAP PROFESIONAL SEORANG ATLET FUTSAL
Futsal merupakan sebuah cabang olahraga yang mengedepankan kolektifitas tim dalam permainannya. Tidak bisa hanya mengandalklan satu orang saja untuk membobol gawang lawannya. Oleh karena itu setiap pemain harus memiliki jiwa kolektif baik didalam maupun diluar lapangan, karena sifat ini begitu urgen dan wajib dimiliki pemain. Hal itu juga yang mencerminkan etika seorang atlet futsal dalam suatu pertandingan tidak jauh berbeda dengan atlet sepakbola. Dengan etika yang baik maka akan tercipta permainan yang indah, fair-play dan jauh dari kerusuhan dan perbuatan anarkis lainnya.
1. Fair play : sikap ini yg harus di miliki oleh setiap atlet futsal di karenakan ketika seorang atlet tidak memiliki sikap fair play maka sebuah permainan tidak akan menjadi seru. karena setiap pemain pasti akan berbuat curang untuk mendapatkan hasil yang maksimal
2. Memprotes keputusan wasit secara berlebihan : sebenarnya dalam memprotes keputusan wasit disini termasuk wajar, mengingat wasit juga seorang manusia. akan tetapi yang menjadi perhatian ketika kita tidak bisa menerima sebuah keputusan wasit. dimana wasit adalah pengadil dalam lapangan dengan melakukan tindakan anarkis.
3.Respect : sikap ini juga sangat di butuhkan seorang atlet futsal karena dengan memiliki sifat ini, kita bisa menghindari berbuat sombong dan arogan terhadap pemain lainnya. ingat karena di atas langit masih ada langit... :)
4. Menghilangkan Rasisme : sikap ini yg harus tidak boleh di setiap pemain futsal manapun, karena dengan sifat rasis ini kita menganggap diri kita paling baik. banyak kasus dalam rasisme ini yang menganggap seorang pemain berkulit hitam seperti monyet dan mengolok-olok mereka dengan suara tiruan monyet.
Inilah salah satu contoh pengendalian emosi yang bisa membuat seseorang menjadi seorang individu yang profesional.
Sekian dari saya, semoga pembaca
bisa menikmati apa yang saya tulis dan menjadi orang yang luar biasa. J
Terima kasih sudah membaca. J
Selamat malam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar